Puncak Pandawa: Pesona Alam Indah di Destinasi Tersembunyi

puncak pandawa pesona alam indah di destinasi tersembunyi
puncak pandawa pesona alam indah di destinasi tersembunyi
5/5 - (1 vote)

Wisata Kota Batu, Puncak Pandawa di Dusun Brau, Destinasi Wisata di Ketinggian 1000 Mdpl, Sunrise Camp, Taman di Puncak, Goa Jepang, Coffee Shop dan Spot Selfie Populer di Kota Batu

Meski tergolong destinasi wisata baru di kawasan Kota Wisata Batu, Puncak Pandawa langsung melejit dan hits khususnya di kalangan anak muda. Dari puncak yang berketinggian 1000 mdpl ini anda bisa melihat keseluruhan pemandangan kota Batu dan Malang dari ketinggian, indah di malam hari, eksotis di pagi hari (sunrise). Puncak Pandawa memiliki lima gua sejarah perang (Pandawa Caves), area camping, taman bunga, taman bermain lengkap dengan spot selfie anti mainstream.

Kunjungi Puncak Pandawa Dusun Brau yang hanya berjarak 5 kilometer dari Kota Batu

Puncak Pandawa terletak di wilayah administratif Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Wisata Batu, Jawa Timur. Terletak di antara perbukitan di sekitar Gunung Banyak yang dulunya lebih dikenal sebagai tempat olah raga para pecinta paralayang.

Saat ini di sekitar Gunung Banyak bermunculan beberapa destinasi wisata baru yang dibangun selain Puncak Paralayang, beberapa diantaranya mungkin sudah anda ketahui seperti Omah Kayu, Taman Kelinci, Gua Pinus dan yang terbaru saat ini adalah Puncak Pandawa atau Gua Pandawa.

Dusun Brau memiliki topografi yang sangat unik, terbagi menjadi tiga wilayah, Brau Atas, Brau Tengah, dan Brau Bawah. Pengelola dan perintis lokasi wisata Puncak Pandawa didampingi oleh sebagian besar warga Dusun Brau Atas yang wilayahnya dikelilingi dan dikelilingi perbukitan dan pegunungan.

Dengan curah hujan tahunan rata-rata 30 mm dan ketinggian di atas 1000 mdpl, cuaca di Dusun Brau tergolong dingin dengan kisaran antara 18 – 25º C. Hampir setiap sore atau pagi hari suasana di sekitar dusun berkabut. Dengan iklim dan kondisi seperti ini sangat cocok untuk peternakan sapi perah.

Masyarakat Brau mayoritas merupakan peternak sapi perah yang telah dikelola sejak tahun 1975. Masyarakat Brau membudidayakan sapi perah sebagai penunjang ekonomi kebutuhan hidup sehari-hari. Mereka masih mengelolanya dengan kapasitas rumah tangga dan tradisional, setiap rumah biasanya mengelola 4-8 ekor sapi perah.

Hasil audit perusahaan Nestle tahun 2009. Populasi sapi perah di Dusun Brau pernah mencapai 650 ekor dengan produksi susu mencapai 4500 liter/hari, Dusun Brau menduduki peringkat no. 1 terbesar di Kota Wisata Batu.

Potensi peternakan sapi perah di Dusun Brau membawa berkah bagi masyarakat karena produksi susu sapinya rata-rata bisa menghasilkan 10 liter setiap harinya, diminum dua kali sehari, pagi dan sore. Namun permasalahan selanjutnya akan muncul jika tidak ada penanganan yang serius terhadap limbah atau kotoran sapi, jika tidak ditangani dengan serius.

Metana (CH4) merupakan gas tidak berbau yang menyebabkan efek rumah kaca. Selain berasal dari penguraian sampah organik. Sekitar 50 persen metana dihasilkan dari aktivitas manusia di sektor pertanian. Dari jumlah tersebut, 60 persennya berasal dari ternak ruminansia yang dihasilkan melalui proses metanogenesis pada sistem pencernaan ternak tersebut.

Berbekal tekad untuk menciptakan kondisi lingkungan yang lebih ramah dan sehat, masyarakat Dusun Brau bersama kelompoknya berupaya mengelola limbah kotoran sapi dengan biogas. Biogas sendiri merupakan salah satu alternatif pengelolaan kotoran hewan agar dapat dijadikan bahan bakar melalui proses fermentasi. Produk lain selain bahan bakar dan penerangan adalah bioslurry yang dapat digunakan sebagai pupuk. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk bisa melakukan mobilisasi bersama masyarakat terhadap manfaat Biogas dan Bioslurry.

Salah satu Biogas beratap Dome yang dibuat permanen dengan bahan cor beton di Dusun Brau, Kota Wisata Batu. Saat ini terdapat 15 reaktor biogas dan terus dikembangkan hingga satu rumah satu biogas dapat tercapai.

Warga Brau saat ini dan untuk masa depannya sedang menata desanya agar lebih bersih dan sehat. Saat berada di Dusun Brau yang sebelumnya dapat ditandai dengan bau dengan aroma kotoran di selokan yang aduhai, kini berangsur mulai hilang. Semua ini bukan karena peran lembaga donatur, melainkan semangat maju masyarakat Brau yang didukung oleh individu-individu dari berbagai kalangan yang simpati dengan pergerakan masyarakat dusun Brau.

    • Harga tiket masuk lokasi wisata Puncak Pandawa menjangkau semua tingkatan, tiket masuk per orang adalah Rp. 5000,- jika datang dengan mobil disediakan ojek sekali jalan Rp. 10.000,- atau Rp. 20.000,- antar jemput atau pulang pergi

Gua Pandawa, salah satu tempat wisata menarik di Puncak Pandawa. Ada lima gua yang dibuat oleh tentara Jepang pada masa Perang Dunia Kedua. Selain goa atau goa, di Puncak Pandawa Anda bisa menikmati matahari terbit atau memandang Kota Batu dan Malang dengan pemandangan yang menakjubkan. Terdapat area camping ground dan coffee shop yang buka 24 jam nonstop.

Puncak Pandawa, Apresiasi Warga Brau atas Mandiri Pengelolaan Pariwisata

Pada minggu pertama bulan September 2017, warga Brau untuk pertama kalinya menjual tiket masuk destinasi wisata baru di Kota Batu, Puncak Pandawa. Proses persiapan singkat yang dirancang, dibangun dan dikelola secara swadaya dan mandiri ini akhirnya membuahkan hasil yang ditandai dengan “Grand Opening” Destinasi Wisata Puncak Pandawa.

Sesuai dengan namanya Goa Pandawa, karena di lokasi Puncak Pandawa terdapat lima buah gua yang telah ditemukan sesuai dengan banyaknya tokoh Pandawa dalam cerita wayang. Pengunjung dapat menikmati kelima gua tersebut dengan masuk ke dalam atau sekedar berfoto selfie di depannya.

Buka 24 jam, bisa datang langsung atau berkemah semalaman

Harga tiket masuk lokasi wisata Puncak Pandawa hanya Rp. 5000,- per orang, cukup murah dan terjangkau untuk semua kalangan. Lokasi wisata ini akan buka 24/7 – satu hari satu malam dalam seminggu, tidak pernah tutup dan akan dijaga oleh warga Brau secara bergantian.

Karena spot terbaik dan favorit pengunjung adalah pada pagi hari (sunrise), dan jika jarak menuju Puncak Pandawa terlalu jauh maka pihak pengelola kawasan wisata Puncak Pandawa juga menyediakan area untuk berkemah (Camping Ground) dan menyewakan perlengkapan untuk berkemah. , berupa tenda dome dan perlengkapannya. Anda juga tidak perlu membawa peralatan masak sendiri jika tidak punya, karena kedai kopi Puncak Pandawa buka nonstop setiap hari, minuman panas dan makanan ringan selalu tersedia setiap saat, serta segar banget. susu sapi langsung dari peternak sapi perah Dusun Brau.

    • Paket Puncak Pandawa Sunrise Camp (4 orang/malam) hanya Rp. 250.000,- Tenda dome plus sewa sleeping bag dan camping ground, fasilitas sarapan pagi dan bonus satu kali susu segar

Pinokio, boneka kayu raksasa di Puncak Pandawa, merupakan ikon utama yang populer, unik dan memiliki ide serta karya orisinal warga dusun Brau.

Hanya dengan semangat kebersamaan, warga Dusun Brau memulai perjalanan pengabdian masyarakat atau gotong royong membersihkan lahan dari bawah hingga atas dengan panjang jalan sekitar 1 km. Tidak ada alat berat yang ada, yang ada hanyalah tenaga kerja rakyat dan cangkul yang biasa mereka gunakan di kebun dan ladang. Secara perlahan, selama kurang lebih tiga bulan, warga secara bergiliran menyumbangkan tenaga dan materialnya untuk membersihkan, merapikan dan mempercantik lokasi Puncak Pandawa.

Investor ditawari uang cukup banyak untuk destinasi Puncak Pandawa, mereka menolak dengan halus. Mari kita mulai bukan dengan alasan memiliki modal finansial, melainkan kebersamaan gotong royong warga Brau yang akan mewujudkan semua impiannya untuk bisa mengelolanya secara mandiri.

Dalam bekerja seperti ini, setiap orang mempunyai peran yang sangat penting. Setiap ide yang bisa diwujudkan dilakukan langsung di tempat tanpa kertas perencanaan, layaknya pekerjaan perencana dan konsultan. Musyawarah di lapangan dari ide menjadi kenyataan, membangun gazebo, menanam bunga, spot selfie, merapikan jalan dan lain sebagainya. Hingga saat ini, mereka selalu memperbaikinya setiap hari agar terlihat indah dan nyaman bagi pengunjung.

Suasana malam di Puncak Pandawa tak hanya pemandangan alamnya saja. Proses bagaimana masyarakat Dusun Brau membangun dan mengelola destinasi wisata Puncak Pandawa menjadi sebuah pemandangan indah yang unik dan menarik untuk dijelajahi dan dipelajari bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *