Inilah Upacara Adat Bali yang terkenal dan penuh dengan makna yang musti kamu tau selain dari keindahan Bali yang memang tidak diragukan lagi. Pulau ini seolah dianugerahi dengan keindahan alam dan budaya yang amat memesona untuk diulik, salah satunya adalah upacara adat.
Upacara adat di Bali ternyata banyak sekali macamnya dan cukup memesona perhatian wisatawan. Upacara biasa digelar dan menjadi salah satu bentuk pelestarian budaya Bali yang hingga sekarang masih lestari. Nah, jika kamu berencana untuk berwisata ke Bali, jangan lewatkan menghadiri upacara adat berikut.
10 Upacara Adat Bali, Khas, Penuh Dengan Makna Yang Musti Kamu Tau
1. Upacara Ngaben

Upacara Ngaben ini menjadi upacara adat yang paling populer di Bali dan kerap menjadi perhatian wisatawan. Ngaben adalah upacara pembakaran jenazah di Bali yang dilakukan guna menyempurnakan jenazah. Upacara ini terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu Ngaben Sawa Wedana, Ngaben Asti Wedana dan Swasta.
Biasanya, Upacara ini yang kerap dilaksanakan adalah Ngaben Asti Wedana, dimana jenazah dikubur terlebih dahulu hingga nanti yang dibakar yaitu tulangnya saja. Upacara ini memang tidak dilaksanakan setiap saat mengingat biayanya tidak sedikit.
2. Upacara Melasti

Upacara ini adalah upacara adat yang tidak kalah populer. Upacara ini rutin digelar setiap tahun, yaitu pada tiga hari sebelum hari raya Nyepi. Diselenggarakan bertujuan untuk penyucian diri bagi pemeluk agama Hindu di Bali. Biasanya mereka akan mendatangi beberapa sumber air suci, mata air sampai laut yang dipercaya menyimpan mata air keabadian.
Saat acara berlangsung, Pemangku akan memercikkan air suci di kepala setiap orang yang datang guna meluruhkan semua kotoran dan hal buruk yang ada dalam tubuh agar jiwa kembali suci.
3. Upacara Saraswati

Upacara adat Bali yang tidak kalah populer yaitu Upacara Saraswati. Berbeda dengan Ngaben, upayacara ini merupakan upacara untuk merayakan ilmu pengetahuan.
Melalui upacara adat ini, seluruh umat Hindu mengadakan ritual pemujaan Dewi Saraswati yang dipercaya membawa ilmu pengetahuan ke muka bumi sesampai manusia menjadi lebih terpelajar. Seluruh hal yang memiliki dengan ilmu pengetahuan seperti buku dan kamib akan didoakan dalam upacara adat ini. Tak hanya itu, dalam rangkaian Upacara Saraswati ini kamu bisa menonton pentas tari dan pembacaan cerita sampai semalaman.
4. Upacara Mepandes

Upacara ini menjadi upacara yang tak boleh dilewatkan. Upacara Mepandes merupakan upacara potong gigi yang menjadi upacara wajib bagi umat Hindu. Upacara ini dilakukan jika seorang anak sudah beranjak dewasa yang mana upacara ini diartikan sebagai bentuk pembayaran hutang orang tua pada anak-anak mereka. Hal ini dikarenakan sudah bisa menghilangkan enam sifat buruk yang ada di diri manusia.
Di dalam Upacara ini, anak-anak yang sedang beranjak dewasa 6 buah gigi taringnya di bagian atas akan dikikis. Dengan seperti itu, saat mereka dewasa diharapkan akan selalu berbuat kebaikan.
5. Upacara Ngurek

Upacara ini juga menjadi salah satu upacara adat Bali yang sayang jika dilewatkan. Bisa dikatakan Upacara ini cukup ekstrem karena mirip dengan debus. Saat upacara berlangsung, seseorang yang terlibat akan menusuk tubuh mereka sendiri menggunakan keris.
Meskipun cukup ekstrem, tapi upacara ini mempunyai nilai moral yang dalam, yaitu sebagai manusia wajib meyakini Tuhan Yang Maha Esa. Dengan begitu, akan diberi anugerah dan pertolongan.
6. Upacara Tumpek Landep

Upacara adat di Bali yang tak kalah memesona untuk dihadiri berikutnya adalah Upacara Tumpek Landep. Upacara ini biasa dilakukan masyarakat Bali untuk menyucikan senjata dan peralatan mereka dengan sesaji dan doa-doa.
Upacara ini dipimpin oleh pemuka agama dan dilakukan di Pura yang dianggap sakral. Seluruh senjata dan peralatan yang dimiliki masyarakat akan disucikan dan diharapkan bisa memberikan keberkahan bagi pemiliknya.
7. Mekare-Kare

Upacara ini merupakan upacara adat yang diselenggarakan oleh penduduk Tenganan, Karangasem – Bali. Menariknya, ini hanya dilakukan khusus pria saja. Mekare-Kare merupakan ajang untuk menunjukkan kehebatan mereka. Mereka akan bertarung serta melakukan berbagai cara untuk memenangkan pertarungan. Dalam pertarungan ini, senjata yang digunakan yaitu daun pandan yang memiliki duri tajam. Seluruh peserta diberikan satu daun pandan dan perisai sebagai pelindungnya.
Mekare-Kare dilakukan setiap tahun guna menghormati Indra yang merupakan dewa perang dalam Hindu. Dengan melakukan Upacara Adat ini, seluruh pria di desa ini akan dianggap kuat dan mampu melakukan perang. Biasanya Mekare-Kare dilakukan setiap awal Juni.
8. Upacara Otonan

Upacara adat di Bali yang satu ini juga tak kalah memesona dan unik, adalah Upacara Otonan. Upacara ini merupakan upacara yang digelar untuk kelahiran seseorang. Biasanya, upacara ini dilangsungkan saat bayi sudah berusia 6 bulan, lalu diselenggarakan kembali setiap 6 bulan berikutnya dengan upacara yang lebih kecil.
Masyarakat Bali yakin jika dengan melakukan Upacara Otonan bisa menentukan watak seseorang. Bahkan, bisa dilakukan lagi jika watak seseorang tersebut kurang baik dan diharapkan mampu merubah perilakunya.
9. Upacara Mesuryak
Upacara ini adalah upacara adat di Bali yang dilakukan secara meriah dan penuh suka cita. Upacara ini dilaksanakan setiap 6 bulan sekali, yaitu saat Hari Raya Kuningan yang ada di Desa Bongan, Tabanan.
Upacara ini digelar bertujuan sebagai penghormatan pada leluhur yang biasanya diselenggarakan dengan sorak sorai serta memberikan bekal berupa beras dan uang. Uniknya, tradisi ini diwarnai dengan melempar uang keudara yang akan diperebutkan warga setempat.
10. Upacara Omed-Omedan

Upacara adat yang terakhir yaitu Upacara Omed-Omedan. Upacara unik ini biasanya diselenggarakan sesudah Hari Raya Nyepi.
Upacara ini diawali dengan melakukan persembahyangan massal di Pura lalu dua kelompok pemuda dan pemudi yang belum menikah dengan rentang usia 18 sampai 30 tahun akan berhadapan. Biasanya akan ada satu pemuda dan pemudi yang maju lalu disiram air. Mereka bertarung yang kadang diakhiri dengan saling berciuman. Tradisi ini konon sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan masih dipertahankan sampai saat ini. Upacara ini biasanya dilakukan dikawasan Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar.
Gimana Dengan Upacara Adat Bali Di Atas, Tertarik Untuk Ikut Menyaksikan?
Nah, itulah tadi 10 daftar upacara adat di Bali yang cukup unik untuk kamu hadiri. Jangan sampai terlewatkan ya.








