Kawah Gunung Bromo, Kawah Berstatus Aktif Yang Memikat

Hadi Mahmud

kawah gunung bromo
Foto by Aleks Shulz Travel

Destinasi wisata Kawah Gunung Bromo yang berada di TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) memiliki berbagai ragam daya tarik yang melimpah. Banyak tempat memdaya tarik yang dapat dikunjungi pengunjung di tempat wisata ini. Salah satunya adalah Kawah Bromo, salah satu objek wisata di Gunung Bromo yang amat disayangkan bila terlewatkan.

Obyek Wisata Kawah Gunung Bromo

Kawah Gunung Bromo adalah objek wisata yang cocok untuk kamu kunjungi. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan, di kawah ini kamu dapat melakukan kegiatan dengan cara yang asyik, seru, dan juga menggembirakan karena dapat menyaksikan langsung kawah yang masih berkedudukan aktif.

Kawah Bromo memiliki diamtr hingga 800 mtr yang terhampar dari selatan ke utara, kira-kira 600 mtr apabila diukur dari Barat ke Timur. Selain itu, kawah ini juga memiliki area berbahaya berupa lingkaran yang berjari-jari sekamir 4 kilomtr diukur dari pusat kawah.

gunung bromo
Foto by Valkyrie 8411

Gunung Bromo ini terletak pada salah satu sudut Kaldera raksasa Lautan Pasir Gunung Tengger yang memiliki tinggi kira-kira 2.392 mdpl.

Sejarah Kawah Gunung Bromo

Terbentuknya Gunung Bromo ini pada awalnya adalah akibat letusan Gunung Tengger yang memiliki tinggi hingga 4000 mdpl. Pada saat itu menjadi gunung tertinggi di Indonesia.

Selanjutnya terjadilah letusan yang amat spektakuler pada masa itu dan menghasilkan kaldera yang memiliki diamtr sampai lebih dari 9 km. Sementara itu material vulkanik dari letusan Gunung Tengger ini berubah menjadi hamparan pasir.

padang pasir gunung bromo
Foto by ISMAIL AOUJIL

Pada tengah kaldera muncul salah satu gunung yang masih aktif, gunung tersebut adalah Gunung Bromo. Nama Bromo sendiri diambil dari sebuah nama Dewa dalam kepercayaan agama Hindu, adalah Brahma.

Masyarakat Suku Tengger

Area Kawah Bromo ini sudah sejak dahulu jadi tempat tinggal Suku Tengger. Kata Tengger sendiri diambil dari nama seorang putri raja yang menguasai Pulau Jawa dimasa itu adalah Rara Anteng. Putri raja tersebut menikah dengan Joko Seger yang dipercaya adalah keturunan Brahmana. Karena desa ini diperintah oleh keduanya, maka desa ini diberi nama “Tengger” yang diambil dari kombinasi nama kedua pemimpinnya, kata An “Teng” dan Se “Ger”.

gunung bromo 2
Foto by Bryson Rider

Suku Tengger rutin melakukan ritual upacara dengan membuat Kawah Bromo sebagai prosesi ritual terakhir yang dinamakan Lelabuan Sesajen. Masyarakat suku Tengger membawa sesaji hasil bumi dan ternak dengan berajalan dari Pura Luhur Poten kearah Gunung Bromo sambil berdoa.

Tradisi ini merupakan sebuah upacara yang dikasih nama Kasodo (Yahya Kasada). Upacara ini digunakan suku Tengger untuk penghormatan ke leluhur sebagai ucapan terimakasih dan ungkapan syukur terhadap Tuhan, karena diberikan berkat atas hasil panen yang berlimpah serta permohonan agar diberi kelematan. Upacara Kasada yang dilaksanakan di kawah Bromo tersebut masih berlangsung sampai saat ini.

Daya Tarik Wisata Gunung Bromo

Kawah Bromo memiliki daya tarik tersendiri di objek wisata Gunung Bromo. Peristiwa fenomena alam yang terjadi di pegunungan Bromo membentuk alam dengan pemandangan yang menakjubkan yang menjadi magnet kuat penarik para wisatawan datang melakukan wisata di komplek pegunungan Bromo Tengger Semeru.

Untuk bisa hingga lokasi kawah Bromo, pengunjung akan melalui anak tangga yang dibangun pada tahun 1910. Terdapat kurang lebih 260 anak tangga yang akan kami tapaki satu persatu agar bisa sampai di bibir kawah Bromo.

taman nasional bromo tengger semeru 2
Foto by rizki kresna

Hal yang lebih menakjubkan adalah saat kamu sampai di puncak Gunung Bromo, kamu akan disuguhkan dengan pemandangan yang amat eksotis dan menawan. kamu bisa menyaksikan bukit Teletubbies, lautan pasir, serta hamparan padang savanna dari tinggi. Disinilah lokasi yang pas untuk mengabadikan momen-momen liburan kamu.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru adalah taman nasional yang terletak di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Lokasinya termasuk diwilayah administratif Kab. Probolinggo, Kab. Malang, Kab. Lumajang, dan Kab. Pasuruan. Taman Nasional ini adalah area vulkanik paling luas yang terletak di Provinsi Jawa Timur, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki area dengan luas 800 kilomtr persegi.

taman nasional bromo tengger semeru
Foto by Ageng Pradikta Maulana

Kawasan Bromo membentang dari timur ke barat dengan luas kira-kira 20-30 km, serta dari selatan ke utara sekamir 40 kilomtr dengan luas wilayahnya kira-kira sebesar 50.276,3 hektar yang sudah ditetapkan semenjak tahun 1982. Di area kaldera hamparan pasir dengan luas kira-kira 6290 hektar. Pada kaldera hamparan pasir tersebut terdapat batas berupa dinding yang terjal dengan tinggi antara 200 sampai 700 mtr.

Sejarah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Awalnya wilayah Tengger merupakan area hutan yang mempunyai fungsi untuk cagar alam serta hutan wisata. Di Area hutan ini juga berperan sebagai hutan produksi dan hutan lindung. Menilik dari berbagai ragam fungsi itu, lalu Kongres Taman Nasional Sedunia menetapkan area Bromo Tengger Semeru sebagai taman nasional melalui pertemuan yang dilaksanakan pada 14 Oktober 1982, di Denpasar Bali. Dengan pertimbangan lingkungan serta alamnya yang harus dilindungi serta berbagai potensi tradisional yang perlu dilakukan pengembangan. Area Bromo Tengger resmi jadi taman nasional di 12 November 1982 oleh pemerintah Indonesia.

Wilayah

Taman nasional ini merupakan gabungan dari beberapa area yang disatukan. Cagar alam yang disatukan ke dalam taman nasional ini adalah Cagar Alam Laut Ranu Kumbolo dengan luas 1.340 ha, Cagar Alam Ranu Pani-Ranu Regulo seluas 96 ha, dan Cagar Alam Laut Pasir Tengger seluas 5.250 ha. Kemudian taman wisata yang digabungkan adalah Taman Wisata Tengger Laut Pasir seluas 2,67 ha dan Taman Wisata Ranu Darungan dengan luas 380 ha.

Sementara untuk hutan lindung dan hutan produksi yang disatukan adalah hutan yang diatur Perum Perhutani Unit II Provinsi Jawa Timur dengan luas keduanya 43.210,20 ha.

Pemanfaatan

Suku Tengger mendiami wilayah Taman Nasional Bromo Tengger ini. Masyarakat mendirikan hunian dengan pekarangan yang ditanami tumbuhan lokal. Desa Ngadas serta Desa Ranu Pani adalah dua desa yang terletak di taman nasional ini. Masyarakat Tengger sudah terletak di wilayah Pegunungan Tengger sejak abad ke 9 Masehi dan menggunakan hasil alamnya.

Selain kedua desa di atas, di sekamir perbatasan Bromo Tengger Semeru juga hidup penduduk Tengger yang terbagi menjadi beberapa Kabupaten. Kabupaten tersebut adalah Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, dan Malang.

gunung bromo 3
Foto by dvyn Tanu

Penduduk asli senantiasa menjaga kelestarian lingkungan agar ekosistem di taman nasional ini tetap natural. Pemerintah juga memberlakukan aturan bagiansi. Taman nasional Bromo ini juga berfungsi sebagai kegiatan pariwisata, riset, pendidikan, dan konservasi.

Kekayaan Fauna dan Flora

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki tipe ekosistem berupa montana, sub-montana, serta sub alpin. Di sini terdapat pohon2 besar dan berumur ratusan tahun. Seperti berbagai ragam jenis anggrek dan rumput langka, edelweis, jamuju, serta cemara gunung. Sementara di dinding yang memutari taman nasional ini ditumbuhi banyak rerumputan. cantigi, cemara, akasia, dan lain sebagainya.

Sementara satwa yang ada di taman nasional ini antara lain rusa, monyet kera, kijang, rusa, ayam hutan merah. macan tutul, belibis, ajag, elang bondol, ala-alap, dan rangkong.

Berikut tadi adalah info mengenai Kawah Bromo dan Bromo Tengger Semeru. Semoga bisa menjadi Referensi bagi kamu untuk menambah pengetahuan atau sebagai pertimbangan sebelum kamu menyambangi Gunung Bromo.

Bagikan:

Artikel Terkait